Pages

Monday, December 10, 2012

Keberadaan Perempuan

Mencintai adalah hal yang terkadang susah dilakukan. Tapi kadang mencintai adalah hal yang paling mudah. Tapi kelanjutan dari mencintai lebih berat. Apalagi ketika melanjutkan rasa cinta ke pacaran kemudian serius dan berencana untuk menikah.



Hati-hati dengan percintaan. Perempuan bukan lah bahan percobaan. Karena semua ibu itu adalah perempuan, kecuali kamu anak adopsi sepasang homo alias gay, maka ibu mu adalah cowo maho.
Selanjutnya yang menjadi catatan di dalam percintaan (baca: pacaran) adalah menempatkan posisi pasangan sebagai seseorang yang spesial. Kalaupun kamu belum serius alias masih dalam tahap pendalaman materi, maka sebaiknya lebih berhati-hati dalam berhubungan. Jangan pernah menyepelekan norma, karena ketika 'sesuatu yang diinginkan' terjadi, maka kamu tidak lagi bisa menganggap hubungan itu sebuah bahan pendalaman materi.
Perempuan adalah sesuatu banget. Kalo lebih mudah nya, adalah makhluk yang diciptakan Tuhan sebagai pelengkap laki-laki yang posisinya sangat vital (baca: nantinya akan bermain sesuatu yang vital juga lho). Jadi seandainya Tuhan tidak menciptakan perempuan, maka akan kebayang banget semua laki-laki di dunia ini akan homo. Ibarat buku gambar, hanya ada satu warna krayo; entah itu hanya merah, atau hitam, biru, hijau, atau ungu saja. Booring banget kan.
Karena ada perempuan, jadi ada laki-laki yang mirip perempuan. Ada juga perempuan yang mirip laki-laki. Hal itu kalo aku anggep simpel adalah gradasi warna dalam kehidupan.

No comments:

Post a Comment